News & Events
Kembali ke Halaman News & Events >>
Kota Bandung Pertahankan Pionir Fashion2009-02-11
Di Kota Bandung, sejak tahun 1970-an telah berkembang usaha yang bergerak di tahun 1970-an, sampai sekarang usaha fashion tetap terus berkembang sehingga keberadaan Kota Bandung telah mampu mempertahankan pionir fashion karena dari 700 unit usaha fashion, 300 unit usaha ada di Kota Bandung.
Hal demikian, dikemukakan Menteri Perindustrian RI, Fahmi Idris dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Dirjen IKM Departemen Perindustrian RI, Saki Widianto ketika membuka pameran fashion di Gedung Sate, beberapa waktu lalu.
Potensi Kota Bandung dalam mengembangkan usaha fashion, terang Saki kini juga didukung oleh kian menjamurnya departemen store (distro) serta didukung juga oleh banyaknya kalangan kaum muda yang mempunyai kemampuan dan kemauan membuat desain fashion secara kreatif.
Fahmi, menambahkan dalam rangka meningkatkan usaha fashion kegiatan expo produk merupakan langkah yang tepat. Kegiatan expo dapat dijadikan sarana untuk membina pengusaha fashion dalam aspek pemasaran. Pihak pemerintah dalam membina pemasaran fashion, telah merealisasikan, pemasaran telah sampai ke luar negeri seperti Malaysia.
Sementara itu, Gubernur Jabar, H. Danny Setiawan ketika membuka acara tersebut menegaskan Jabar mempunyai berbagai potensi yang perlu dikelola, termasuk diantaranya kegiatan usaha fashion yang telah lama berkembang di Kota Bandung.
Kegiatan usaha fashion, dari masa ke masa telah menunjukkan perannya. Pengembangan dalam konteks kekinian, harus dibuat berdasarkan kebutuhan pasar karena usaha fashion kini dituntut semakin kompetitif.
Pengembangan usaha fashion, dengan kian berkembangnya destroy dan factory outlet, perlu dibuat secara sinergis, terutama dari aspek teknis, transfortasi, ketenagakerjaan dan tata ruang kota.
Sumber



